Selasa, 06 November 2012

Jumhur Kecam Promosi "TKI On Sale" Malaysia


Jakarta (UNMA) - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat mengecam keras promosi atau iklan "TKI on Sale" oleh Malaysia.
Jumhur di Jakarta, Minggu, menyatakan iklan untuk menggunakan jasa TKI Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) di Malaysia itu diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat Migrant Care Anis Hidayah kepada sejumlah media.

Kepala BNP2TKI berharap pemerintah Malaysia melarang iklan "TKI On Sale" karena merupakan perbuatan tidak beradab dan tidak selayaknya terjadi.

Apalagi, katanya, pemerintah Indonesia masih memberlakukan kebijakan penghentian sementara (moratorium) penempatan TKI PLRT ke Malaysia karena negeri jiran itu tak mampu memberikan jaminan perlindungan yang baik kepada TKI.

"Bila tidak ada tindakan tegas dari pemeritah Malaysia terhadap iklan itu, tidak mustahil pelaksanaan moratorium akan ditingkatkan menjadi kebijakan penghentian TKI PLRT secara permanen," kata Jumhur.
Menurut dia, promosi atau iklan yang menawarkan TKI PLRT itu tidak pantas dilakukan oleh pihak mana pun di Malaysia sebab dapat mengganggu langkah perbaikan pelayanan penempatan TKI dari kedua pihak yang hingga saat ini terus diupayakan.

Jumhur memandang penyebarluasan iklan itu merupakan tindakan tidak terpuji dalam memperlakukan keberadaan TKI PLRT secara bermartabat.

"TKI itu tidak identik dengan barang yang sekadar mendahulukan kebutuhan pasar, mengingat terdapat aspek lain yang sangat penting untuk diwujudkan yaitu pelayanan perlindungan oleh pengguna maupun pemerintah di negara tujuan," ujarnya.

Akibat pemasangan iklan itu, Jumhur mengaku secepatnya bersurat resmi ke Perwakilan RI guna dilakukan protes dalam bentuk keberatan diplomatik oleh KBRI Kuala Lumpur.

Jumhur menegaskan pemerintah baik pusat dan daerah kini sedang menata ke arah penghentian penempatan TKI yang berstatus PLRT dengan menitikberatkan pembangunan potensi ekonomi daerah sehingga bisa lebih banyak menyerap tenaga kerja dan sekaligus mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada kemajuan perekonomian di daerahnya.(ant)

TKI Pahlawan Indonesia Paling apes


Jargon pemerintah menyebut mereka pahlawan devisa. Tapi sayangnya pemerintah Indonesia tak bisa menghormati pahlawannya. Maka tenaga kerja Indonesia (TKI) mungkin pahlawan paling apes.

TKI pergi dengan sejuta harapan dari kampung. Di tengah himpitan kemiskinan, dan pendidikan rendah, mereka berangkat. Berharap bisa mengais lembaran ringgit, real atau dollar Hongkong. Kenyataannya kehidupan TKI tak semanis madu.

Berita TKI diperkosa, dibunuh atau disiksa majikannya . Disekap dalam rumah bordil atau tak diberi makan majikan yang kejam.

Kembali rakyat Indonesia digegerkan dengan masalah TKI di Malaysia. Kali ini sebuah iklan disebar di Malaysia. Isinya penyalur TKI memberikan diskon 40 persen untuk pembantu asal Indonesia. Seperti barang saja warga negara Indonesia dijual.

"Ini sangat memalukan. Ini melecehkan. Tentu sebagai bangsa ini memprihatinkan sekali," kata sosiolog Musni Umar saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (29/10).

Kecaman juga datang dari para politikus Senayan. Anggota DPR ini ramai-ramai mengutuk iklan tersebut.
"Iklan tersebut jelas merupakan justifikasi bentuk perbudakan baru, di mana TKW diperdagangkan seperti sebuah barang. Apa pun modus oknum pembuat iklan tersebut, maka oknum telah menginjak bom waktu, yaitu menghina harga diri bangsa Indonesia," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Nova Riyanti Yusuf.
Bukan ini saja TKI Indonesia dihina dan disiksa di Malaysia. Tanpa ada perlindungan dari pemerintah Indonesia mereka terus mendapat perlakuan tak pantas.

Kasus penganiayaan yang menimpa TKI bernama Siti Hajar misalnya. Wanita berusia 33 tahun ini disiksa majikannya di Malaysia, Michele, pada 7 Juni 2009, hingga mengalami luka parah. Dalam proses pengadilan di negeri jiran itu Michele terbukti menyiram Siti dengan air panas, menyiksa dengan martil dan gunting hingga menyebabkan cacat permanen pada tubuh Siti.

Meski sang majikan divonis delapan tahun penjara, namun hal itu tak memadamkan kemarahan masyarakat Indonesia. Akhirnya, pada Juni 2009, Pemerintah RI menerapkan moratorium atau penghentian sementara penempatan TKI sektor informal ke Malaysia, kemudian dibuka kembali pada Desember 2011.

Namun mirisnya, kasus penganiayaan terhadap TKI di Malaysia kembali terungkap, bertepatan dengan penerapan moratorium. Modesta Rengga Kaka disiksa oleh majikannya, Choo Pei Ling hingga menderita luka di sejumlah bagian badan Modesta.

Selain disiksa secara fisik, Modesta juga tidak diberikan makanan yang layak, dipekerjakan di dua rumah melebihi jam kerja yang sepatutnya, tidak diberikan waktu isirahat dan tempat untuk tidur yang layak.
Pada 2010 seorang TKI bernama Nurul Aidah ditemukan tewas dalam bagasi mobil majikannya. Dari hasil otopsi ditemukan lebam-lebam pada tubuh pembantu asal Bogak, kabupaten Batubara, Sumatera Utara itu, akibat pukulan benda tumpul, sehingga kematian Nurul diduga akibat kekerasan majikan. Akibat kejadian itu, kedua majikan Nurul, yakni Krishnan dan Lechumi serta anaknya, dan agen Too dan dua kawannya ditahan polisi Malaysia.

Tak hanya itu, aksi kekerasan disertai pemerkosaan oleh majikan terungkap pada September 2010. Kali ini menimpa seorang TKI asal Lampung, Winfaidah (26). Korban disiksa dengan disiram air panas dan disetrika tubuhnya. Tak hanya itu, korban juga diperkosa berulang kali oleh majikannya.
Tragis, tapi sayangnya cerita kelam ini terus berulang.

ARTIKEL PANCASILA SEBAGAI PAJANGAN


 Pancasila

1. Ketuhanan yang maha esa.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Itulah tadi Pancasila yang merupakan dasar Negara bagi Negara kita. Sebagai dasar Negara, Pancasila lahir berdasarkan nilai-nilai budaya yang terkandung sejak zaman nenek moyang kita dahulu. Nilai-nilai tersebut lahir dan melekat secara tidak sengaja pada nenek moyang kita.

Baru saja kita lewati hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia yaitu hari Pancasila. Sebelumnya, nama Pancasila itu terdiri dari Panca dan Sila. Nama Panca diusulkan oleh Ir.Soekarno sedangkan nama Sila diusulkan oleh salah seorang ahli bahasa. Pancasila lahir bukan ciptaan para pendahulu kita. Pancasila dirasakan sudah sempurna dan mencakup segala aspek pada Bangsa Indonesia. 

Setelah puluhan tahun lahirnya Pancasila, apakah kita sudah merasa menghayati dan mengilhami arti Pancasila di kehidupan kita????

Kondisi bangsa saat ini mencerminkan bahwa Pancasila dirasakan belum dipraktekkan secara langsung. Segala perpecahan dan konflik yang terjadi sungguh tidak mencerminkan Jati diri Bangsa.

Salah satu hal yang nyata perihal penyimpangan nilai-nilai Pancasila adalah dengan leluasanya aliran Ahmadiyah berdiri di Negara Kita. Walaupun Aliran Ahmadiyah sudah mendunia, tetapi jelas-jelas sudah termasuk dalam “Penodaan Agama” karena mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi.Kita telisik lagi tentang sila Pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Setiap warga Negara Indonesia diberikan kebebasan untuk memeluk agama yang diakui yaitu Islam, Kristen, Protestan, Hindu,dan Budha. Tetapi kebebasan tersebut dengan catatan tidak menodai suatu agama. Aliran Ahmadiyah jelas-jelas sudah menyimpang dari Ajaran Islam. Tetapi apa yang bisa dilakukan pemerintah?? Dengan bebasnya mereka menyebarkan ajaran tersebut di Negara kita.

Hal lain yang menjadi perhatian kita adalah tentang persatuan antara warga Negara, antara sesama saudara kita bangsa Indonesia. Persatuan kita dirasakan sudah merenggang, apalagi baru saja kita dengar tragedi monas yaitu pertikaian antara FPI (Front Pembela Islam) dengan AKKBB (Aliansi Kebangsaan dan Kerakyatan dalam Beragama dan Berkeyakinan). Kejadian tersebut sudah menjadi berita yang paling hot di TV. Dimana persatuan antara sesama bangsa yang dulu?? sungguh tidak mencerminkan. Disaat saudara sendiri memperingati hari Pancasila, malah diserang tanpa alasan yang tidak jelas. Apakah apabila seseorang yang beda pendapat dengan kita harus kita serang?? Perbedaan itu wajar, sehingga segala sesuatu tentang hal tersebut dianggap biasa. Wong semboyan kita aja “Bhineka Tunggal Ika”. Akhirnya perbedaan tersebut apabila dipersepsi secara salah memang akan menimbulkan pertikaian dan hal itulah yang sudah terjadi. Tapi kita tidak bisa hanya menyalah-nyalahkan FPI, tidak mugnkin ada asap apabila tidak ada api. Kita tidak bisa meilhat secara langsung. Tidak mungkin juga FPI menyerang tanpa alasan. Pasti ada udang dibalik batu…
Selain itu, Kondisi perkonomian kita sekarang juga sangat kritis. Ditengah kondisi seperti ini, malah tercipta Gap antara si kaya dengan si miskin. Dimana Keadilan, Bos??? 

Kiranya Semua paparan diatas sudah mencerminkan penyimpangan yang ada. Nilai- nilai Pancasila belum direalisasikan secara nyata. Kita semua berharap melalui pertikaian yang ada, serta kondisi bangsa saat ini menjadi yang terakhir menimpa bangsa kita. Kita juga melihat dari masalah-masalah tersebut, kita bisa belajar dan mencoba untuk mengamalkan nilai- nilai Pancasila, karena Pancasila sudah sempurna tinggal pencerminannya saja yang perlu kita lakukan.

ARTIKEL MAJULAH BANGSAKU DENGAN DEOKRASI ATAU TANPA DEMOKRASI


Melihat, mendengar, meraba dan merasakan sendiri kehidupan bangsa Indonesia seperti sekarang membuat hati saya pilu. Bagaimana tidak! Sebuah negara yang sangat kaya akan sumber daya alam malah menjadi sebuah negara yang hidupnya melarat. 

Kehidupan di negeri ini seakan-akan tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan di berbagai bidang, sebut saja bidang ekonomi, politik dan hukum. Padahal sejak digulingkannya kekuasaan Alm. Soeharto dari kursi kepresidenan, bangsa ini telah memulai babak baru dalam pemerintahan yang diberi nama dengan “Reformasi”. Sebuah zaman dimana nilai-nilai demokrasi dan pengakuan HAM benar-benar diakui dan direalisasikan dalam berbagai sendi kehidupan.

Tapi apa yang terjadi! Negara Indonesia menduduki peringkat lima besar negara terkorup di dunia dan Asia. Angka kemiskinan juga masih relatif tinggi di berbagai daerah se-Nusantara. Rendahnya kualitas sumber daya manusianya. Seolah membuktikan bahwa pemerintah kurang berhasil dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada. 

Banyak orang beranggapan bahwa nilai-nilai demokrasi yang diterapkan belum maksimal. Atau bahkan negara Indonesia belum dapat dikatakan sebagai sebuah bangsa yang demokratis. Banyak pula yang berpikiran bahwa akar permasalahan di negeri ini adalah terletak pada sistemnya. Apabila Indonesia menegakkan syari’at Islam secara kaffah maka niscaya kehidupan akan menjadi aman, damai, sentosa, makmur dan sejahtera.

Masing-masing kelompok ini memang memiliki alasan dan fakta yang mendukung argumennya, sehingga terkadang sulit untuk menentukan pendapat mana yang dianggap paling benar. 

Nah, disini saya hanya akan mencoba memberikan pandangan pribadi saya mengenai permasalahan ini. Kenapa saya mengatakan “hanya”? karena di tulisan ini saya tidak akan mendukung salah satu kelompok tersebut. 

Sebagai seorang muslim, saya tahu bahwa dalam agama Islam tidak ada yang namanya istilah “demokrasi”. Istilah ini pertama kali muncul di negara Barat. Yang ada hanyalah istilah “syuro” atau yang lebih kita kenal dengan musyawarah. Syuro adalah suatu jalan ijtihad yang dilakukan apabila dalam memutuskan pemecahan suatu perkara tidak ada nashnya dalam Al Qur’an dan Hadist. Artinya, selama suatu solusi terkandung dalam kedua sumber hukum Islam tersebut, maka tidak dibenarkan melakukan syuro. 

Hal ini jelas berbeda dengan apa yang diimani oleh para penganut paham demokrasi. Mereka mengatakan bahwa yang berkuasa dalam suatu negara adalah rakyat. Sehingga semua peraturan perundangan-undangan haruslah direncanakan, dirumuskan, dibahas dan akhirnya disahkan oleh rakyat itu sendiri. Sebuah negara yang baik adalah negara yang bisa membuat rakyatnya bahagia. Katanya!

Meskipun apa yang diinginkan oleh rakyat itu sendiri bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam. Benarkah! Mengapa demikian? Bukankah tadi saya sudah mengatakan bahwa asalkan rakyat bahagia dan senang maka semua hal boleh dan sah-sah saja dilakukan, selama tidak mengganggu kenyamanan individu lain di lingkungannya berada.

Di negara-negara Barat yang mengagungkan demokrasi yang mayoritas penduduknya adalah beragama Nasrani tentu akan berbeda pola kehidupannya apabila yang mendiami negara tersebut adalah kebanyakan muslim. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah mengapa di Indonesia sendiri yang dihuni oleh lebih dari 90% penduduknya beragama Islam, kok malah kalah dengan negara Barat tadi. Dalam artian kalah dalam kemajuan kehidupannya. 

Sekali lagi, ini hanyalah opini saya pribadi.
Menurut penginderaan saya, semua kemerosotan di negara ini bukanlah salah agama Islam. Agama ini bukanlah agama yang kuno dan statis. Bukankah agama Islam adalah agama yang dinamis dan selalu sesuai dengan segala zaman?

Jadi apa yang salah? Saya hanya dapat berkesimpulan bahwa lebih dari 50% muslim di Indonesia belum beriman. Ini ditunjukkan dari cara-cara hidup mereka yang lebih cenderung meniru gaya hidup orang barat dibandingkan gaya hidup Rasulullah SAW.

Seandainya demokrasi yang diterapkan di Indonesia ini adalah demokrasi yang berlandaskan nilai-nilai Islam, maka pasti kita akan menjadi bangsa yang lebih maju dan unggul dibandingkan dengan bangsa lain di dunia. Apabila, toh demokrasi Pancasila harus diganti dengan sistem Khilafah Islamiyah seperti yang sekarang ini ramai didengung-dengungkan oleh sekelompok muslim, saya sependapat saja dengan mereka. Dan saya kira semua muslim juga akan berpikiran sama dengan saya. Kalau ada muslim yang tidak setuju dengan konsep Khilafah ini, maka perlu dipertanyakan keimanan orang tersebut. Wallahu a’lam

MAKALAH PERGAULAN DAN SEKS BEBAS


Makalah ini dibuat oleh seorang siswa kelas 2 SMP beberapa tahun yang lalu. Meli namanya, orangnya cantik tapi anehnya aku tidak memiliki perasaan apa-apa padanya.

Harap disimak baik-baik ya……….
Pergaulan dan Seks Bebas
Di kalangan Remaja

1. Seks di mata remaja
Seks merupakan suatu hal yang tidak lagi tabu untuk dibicarakan pada jaman kini dari anak kecil hingga orang tua tahu apa itu seks. Begitu juga remaja masa kini, mereka tahu apa itu seks. Tapi saying para remaja hanya sebatas tahu tentang seks, namun tidak memahami apa seks tersebut sebenarnya. Mereka tidak mengerti akan dampak seks tersebut.

Apa beda antara aktivitas seks dan hubungan seks mungkin mereka juga tidak mengerti. Perlu diketahui berpelukan dan berciuman dengan pasangan kita pun itu sudah termasuk aktivitas seks. Untuk itu alangkah pentingnya pendidikan tentang seks dari dini agar kita memahami sisi positif dan negatif yang ditimbulkan oleh seks tersebut.

2. Pengaruh – pengaruh terjadinya seks bebas
2.1 Pengaruh dari dalam
Yang dimaksud pengaruh dari dalam adalah pengaruh yang timbul dari dalam jiwa remaja tersebut dalam mencari jati dirinya. Sifat remaja antara lain adalah selalu ingin mencoba hal – hal baru yang belum mereka rasakan, selain itu mereka selalu bereksperimen dengan hal – hal beru yang mereka temukan tersebut. Ditambah lagi jiwa muda mereka yang selalu meledak – ledak membuat mereka selalu memutuskan sesuatu hal tanpa memikirkan dengan matang mana yang baik dan mana yang buruk bagi mereka, begitu juga halnya dengan seks. Mereka selalu ingin mencoba dan tertantang untuk melakukan apa yang dimaksud dengan seks tersebut tanpa memikirkan dampaknya bagi mereka.

2.2 Pengaruh dari luar

2.2.1 Pengaruh budaya asing
Kita sebagai orang timur dahulunya sangat menjaga tata krama dalam bergaul namun dengan masuknya budaya yang tanpa batas tata krama dan kesopanan membuat masyarakat dan remaja kita terpengaruh sehingga tanpa kita sadari tidak ada lagi batas antara kesopanan dan kebebasan. Hal tersebutlah yang mendorong kita untuk berbuat dan bertingkah laku layaknya kebudayaan – kebudayaan asing khususnya kebudayaan barat. Alangkah menyedihkan saat kita tahu bahwa banyak remaja – remaja kita yang terpengaruh oleh dari budaya orang tersebut.

2.2.2 Pengaruh lingkungan - Keluarga
Sebagai ruang lingkup terkecil, keluarga mempunyai peranan yang sangat mendasar dalam kehidupan kita termasuk remaja, seorang remaja yang kurang perhatian dari keluarga akan berbuat seenaknya tanpa takut dilarang, dimarah maupun dinasehati sehingga budaya – budaya atau apa saja yang mereka dapatkan di luar akan langsung mereka telan tanpa harus menyaring dan memilah – milah mana yang baik dan mana yang buruk bagi mereka dan sebaliknya remaja yang mendapatkan perhatian dari keluarga akan melangkah hati – hati dalam segala hal karena segala gerak – geriknya dinilai oleh orang tua, diawasi dan diperhatikan oleh orang tua remaja yang terlalu dikekang kebebasannya oleh orang tua jiwa mereka akan memberontak. Jika hal tersebut terjadi maka mereka (remaja) akan melakukan hal yang lebih dari yang kita (orang tua) takutkan.

Untuk itu perlunya kita tekankan kedisiplinan dan peraturan pada remaja tersebut dalam kehidupan keluarga dengan batasan – batasan yang terlalu mengekang mereka secara garis besar bisa kita katakan perhatian dan kasih sayanglah yang merupakan aspek terpenting dalam keluarga demi masa depan remaja tersebut.

- Teman
Terkadang remaja lebih mempercayai teman dibanding kelarganya sendiri. Teman dianggap tempat yang paling mengerti dengan hati mereka (remaja), karena sesama teman mereka beranggapan akan lebih mudah berbicara, bergaul dan berinteraksi karena mereka merasa sejiwa, seusia dan berperasaan serta berpenilaian sama. Namun tidak semua teman yang bisa membawa kita ke jalan yang baik. Tidak sedikit teman yang malah menjerumuskan kita ke jalan yang buruk.

Seorang remaja yang memiliki temamn seorang penjahat akan mudah untuk menjadi penjahat juga. Seorang remaja yang memiliki teman yang pergaulannya bebas akan mudah terpengaruh bergaul bebas juga namun seorang remaja yang memiliki teman berakhlak serta berbudi luhur untuk berperilaku sama dengan temannya. Karena itu perlunya kita pandai – pandai dalam memilih teman.

- Sekolah
Di sekolah para guru merupakan contoh atau tauladan bagi muridnya untuk itu perlunya sosok seorang guru yang bisa dijadikan contoh bagi mereka, seorang guru yang berpenampilan penuh kebebasan, berperilaku buruk, bertutur kata yang seenaknya dalam mengajar atau mempunyai pergaulan bebas di luar sekolah akan mudah di contoh oleh murid – muridnya dan begitu juga sebaliknya.

Berbicara soal disiplin di sekolah perlu sekali ditekankan kedisiplinan di sekolah tersebut. Contohnya dengan larangan berbaju dan bercelana ketat di sekolah, larangan penggunaan rok di atas lutut maupun larangan penggunaan make – up ke sekolah atau di sekolah. Larangan – larangn tersebut akan memperkecil dampak dari pengaruh pergaulan dan seks bebas. Remaja wanita merupakan subjek utama dalam pelanggaran – pelanggran seks, dari riset yang dilakukan para ahli di dunia 62% terjadinya seks bebas karena mudahnya wanita dirayu oleh pria (suka sama suka), 17% karena dipaksa oleh pasangan prianya, 10% karena tuntutan biaya hidupnya, 8% karena kriminalitas dan 3% karena disebabkan oleh narkotika.

Untuk itu seorang remaja wanita perlunya memiliki keimanan yang kuat agar tidak mudah dirayu oleh pasangan prianya atau jika perlu remaja wanita hendaknya memiliki keahlian bela diri untuk menanggulangi terjadinya pemaksaan dan memperkecil angka kejahatan seksual terhadap wanita. Perlu diketahui wanita adalah tiang negara apabila runtuh akhlak wanita di negara tersebut runtuh pulalah negara tersebut. Dan 75% penghuni neraka adalah wanita.

2.2.3 Pengaruh perkembangan teknologi
- Media Massa
Pada masa kini banyak sekali beredar majalah – majalah, tabloid maupun surat kabar yang dengan bebas menampilkan gambar – gambar seronok, porno atau semi porno contohnya majalah play boy, ekstravaganza, tabloid hot, buah bibir, MOM Plus dan lain – lain. Dengan bebasnya majalah – majalah dan tabloid – tabloid tersebut memasang gambar atau cover yang semi porno atau setengah bugil khususnya gambar – gambar tubuh wanita berbikini, bergaun transparan, atau tubuh polos tanpa sehelai benangpun. Gambar – gambar atau artikel tersebut akan merangsang para remaja untuk dapat mencoba bagaimana jika itu nyata dan dapat mereka rasakan.

Majalah – majalah dan tabloid – tabloid yang berunsur ponografi tersebut tidak sulit untuk didapatkan oleh remaja – remaja karena dijual dengan bebas di pasaran. Entah apakah tidak ada larangan dari pemerintah tentang hal itu atau memang pemerintah menutup matanya. Hanya mereka yang tahu.

- Media Elektronik
Dengan berkembangnya teknologi elektronik yang pesat, berkembang pulalah pengetahuan remaja dalam segala hal termasuk pornografi yang mempengaruhi pergaulan dan kehidupan seks para remaja. VCD porno dengan mudah kita dapatkan di pasaran. Film – film yang mempertontonkan hubungan seks tersebut mempengaruhi otak remaja untuk mencoba hal – hal yang mereka lihat. Ditambah lagi film – film yang disiarkan televisi – televisi yang mengandung unsur pornografi walapun kecil dan sanga mudah mempengaruhi para remaja. Plus perkembangan teknologi internet di komputer. Banyak sekali website – website porno yang dengan mudah bisa kita buka di internet. Hal – hal tersebut sangat berpengaruh sekali dalam kehidupan remaja khususnya dalam terjadinya pergaulan dan seks bebas di kalangan remaja.

3. Narkoba dalam pergaulan pergaulan remaja
Bahaya narkoba kini sedang mencengkeram kehidupan remaja. Seperti halnya seks bebas, remaja yang mempunyai sifat ingin tahu dan jiwa yang labil membuat mereka terjerembab dalam lembah narkoba. Mereka selalu ingin merasakan hal baru termasuk narkoba. Remaja yang tertekan pun akan sangat mudah terjerumus dalam bahaya narkoba. Karena itu sekali lagi perhatian dan kasih sayang sangat berperan dalam hal ini.

KESIMPULAN DAN SARAN
- Kesimpulan :
Pergaulan remaja yang bebas sebenarnya dikarenakan oleh segala macam perkembangan yang di salah artikan oleh remaja itu sendiri maupun lingkungannya.
- Saran :
Untuk para remaja, tinggalkanlah pengetahuan tentang segala perkembangan dengan tetap meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan untuk para orang tua, berikanlah yang terbaik pada anak remaja dengan tetap menjaga dan mengawasi tingkah lakunya.